Apa yang dimaksud tartil membaca Alquran

Tartil :
Fasih makhrajnya

Mengetahui hukum tajwid
(Dengung - Jelas - Cepat)
(Panjang - Pendek)

Mengetahui Waqaf Fashal
Tebal Tipis Huruf

Fitnah yang Menimpa Umat Muslim

Sungguh engkau berani, jika engkau hafal hadis nabi tentang fitnah.

Fitnah seseorang terhadap keluarganya dan orang tuanya dan anaknya dan tetangganya

Umat muslimin akan selalu mendapatkan fitnah. Sampai hari kiamat, seperti ombak di laut yang terus menerus menghantam tanpa henti.

Hanya ketika jaman nabi bisa diredam.
Begitu Pula ketika masa abu bakar, fitnah masih bisa meredam.
Pada waktu Umar lah mulai tidak bisa diredam.

Sodaqoh tidak melulu tentang Uang atau Materi

Engkau jangan kikir, maka Allah akan mengkikirkan engkau.

Berikanlah/taburkanlah/percikanlah walaupun sedikit, semampu kamu.
(Materi dan non materi)

Membuat orang lain jadi untung secara materi &/ hati.

Dalam hadis lebih banyak sodaqoh non materi.

Sumber Sodaqoh yang Besar dam Utama

Filhalali ada al nya
Fiharami tidak ada alnya

Al : ma'rifat. Sudah diketahui, keterangan terbatas.
* hubungan dengab pasangan suami istri
Bersetubuh, merupakan proses yang rumit.
Harus akad nikah, ada rukun, baru sah.
Harus bebas dari haid, nifas.
Laki2 tidak ngasih nafaqah.
Atau suami tidak solat dengan sengaja,
Istri boleh menolak.

Kuncinya adalah siapa yang paling banyak bersodaqoh.
Bukan kalau menang.

Sodaqoh tidur bersama.
Memahami kekurangannya pasangan.
Misal mendengkur.

Sumber pahala sumber sodaqoh paling banyak disini.

Setan selalu menggoda untuk menemukan kekurangannya pasangan

Orang tua Perlu Skill dalam Mendidik Anak?

Disertai dengan contoh-contoh sehari-hari, yang diambil dari kisah yang seringkali terjadi seputar pendidikan anak membuat program pelatihan ini cukup menarik.
Diselingi dengan guyonan, menjadikan acara selama dua hari ini tidak membosankan.

Haruskah Punya atau Beli Motor ?

Siang tadi saya kedatangan tamu teman waktu SMP, percakapan ringan tentang berbagai hal,mulai dari kabar teman yang lain, tentang kendaraan, tentang bisnis, dan lainnya. Percakapan singkat tersebut membuat saya mempunyai beberapa pemikiran untuk dituliskan disini

.

Beli Motor "Harus" Kredit, kenapa? karena orang tua kita "beli" motornya kredit, karena saudara kita "beli" kredit, tetangga kita "beli" kredit, teman kita "beli" kredit. Karena sekeliling kita lingkungan kita semuanya "beli" kredit, maka ketika seseorang menginginkan untuk "beli" motor, maka orang tersebut akan kredit juga. Pertanyaannya adalah bisakah beli motor atau mobil langsung cash..??? atau Perlukah kita mempunyai motor atau mobil...??? Ketika kebanyakan orang "beli" kendaraan dengan cara kredit, maka cara tersebut lama kelamaan akan menjadi suatu cara atau metode yang favorit, bisa juga menjadi metode yang "dianggap" benar. Atau ketika kebanyakan orang mempunyai motor atau mobil, maka kita pun "harus" punya kendaraan tersebut.

 

Padahal cara atau metode tersebut belum tentu benar, belum tentu baik, misalnya jika kita sebagai orang muslim tentu paham tentang BAHAYANYA RIBA, akan tetapi karena cara atau metode tersebut sudah "dianggap" benar maka cara tersebut akan dengan mudanya dengan gampangnya dilakukan oleh seserang. Bisa jadi orang yang tidak melakukan cara tersebut "akan merasa" caranya tidak umum, caranya kurang benar, caranya kurang cerdas, kurang sesuai jamannya.

Seperti pemahaman mengapa makan harus dengan NASI..???
Padahal kita tau di belahan bumi yang lain, di banyak negara lain, umumnya orang tidak makan nasi, juga tidak apa-apa. 
Mengapa harus Susu Formula...?? Padahal dengan Air Susu Ibu pun sudah lebih dari cukup. Beberapa pemikiran atau kebiasaan yang dianggap benar bisa terjadi selain orang tersebut tinggal atau berinteraksi dengan lingkungan yang selalu melakukan, orang tersebut juga tidak mempunyai data atau informasi tentang pembanding atau tentang metode lainnya. Tentang cara membeli kendaraan, kemungkinan orang tersebut belum pernah menjumpai atau berjumpa dengan orang yang membeli motor atau mobil dengan cara cash atau tunai. Karena tidak punya data akhirnya yang dilakukan adalah cara yang "biasa" dilakukan.

Aku rindu dengan negeri itu...

Aku rindu dengan negeri itu...
entah kenapa aku sangat rindu dengan negeri itu..
apalagi aku belum pernah pergi ke negeri tersebut.
tapi aku benar2 rindu...
Dibalik kerinduanku kesana,aku juga khawatir apakah nanti aku mampu bertahan di negeri itu.
aku juga khawatir ketika di negeri itu ditanya tentang waktuku digunakan untuk apa aja,
ketika ditanya ilmumu kau gunakan untuk apa,
dan ketika ditanya hartamu kau dapat dari mana,
ketika hartamu kau gunakan untuk apa

Aku juga khawatir apakah aku akan bahagia disana,
apakah aku mampu menjawab ketika ditanya sang pencipta
apakah aku berani bertemu sang kekasih Rosululloh Muhammad,

Negeri yang abadi,
negeri yang tidak mengenal waktu,